Ayah Bunda, sebagian dari kita mungkin masih asing mendengar kata resiliensi, atau mungkin sesekali pernah mendengar dari cuplikan pariwara yang menggaungkan salah satu konsep dalam parenting modern ini.

Dinukil dari buku The Resilience Factor; 7 Essential Skill For Overcoming Life’s Inevitable Obstacle, karangan Reivich, K & Shatte, resiliensi merupakan kemampuan beradaptasi dan tetap tangguh dalam situasi sulit (keterpurukan). Resiliensi dibangun dari tujuh kemampuan yang berbeda, yakni regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme,  Empati, Analisis Penyebab Masalah, Efikasi Diri dan Peningkatan Aspek Positif.

Disitat dari Jurnal Resiliens dalam Perspektif Al Qur’an, Al Qur’an pun sudah mengisyaratkan sikap resilien yang perlu dimiliki oleh seorang muslim, yakni tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 155-156 dan surat  Al Insyirah 1-8.

Seperti yang Ayah Bunda ketahui, masa pandemi yang tengah kita alami sekarang ini berefek dahsyat pada aspek-aspek hidup kita. Oleh karena itu, rasanya perlu untuk membentuk pribadi resilien pada anak. Berikut enam aspek yang dapat kita perhatikan dan lakukan sebagai ikhtiar, yang dianjurkan psikolog Erdina Indrawati, M.Si pada webinar Guru Resiliens di masa Pandemi dan New Normal:

  1. Keamanan Dasar

Orang tua dapat membangun kelekatan dengan anak, menjaga keamanannya, tak lupa juga membangkitkan semangat meski dalam masa sulit, serta tetap mengingatkan anak untuk menghargai orang lain “Juga perlu menciptakan rasa aman pada anak melalui pemberian penjelasan dan pengertian ketika seorang anak berpisah dengan orang yang mereka sayangi” ucapnya.

  1. Pendidikan

 Orang tua perlu mengajak anak untuk bermain (bukan gadget), mengeksplorasi pengetahuan dan pemahaman anak melalui bahasa, memberi fasilitas anak untuk berprestasi, memberi akses untuk melihat lingkungan luar,  dan mendorong anak konsentrasi menjalankan tugas.

  1. Persahabatan

Orang tua perlu memfasilitasi dan mendorong anak untuk bersikap bersahabat,  mengintervensi hal yang menghambat persahabatan anak, “Sebab setiap anak ingin memiliki teman yang banyak” lanjutnya.  

  1. Minat dan Bakat

            Erdina menyarankan orang tua untuk mendukung dan memfasilitasi anak dalam menggali minat dan bakatnnya, serta mendorong imajinasi anak.

  1. Nilai Positif

“Berikutnya adalah  membantu anak mengenal emosinya, mendorong anak berperilaku prososial, bertanggung jawab, bersikap tolong menolong, dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama” dia melanjutkan.

  1. Kompetensi Sosial

Rasa percaya, otonomi, serta sikap kontrol diri pada anak juga perlu didongkrak, sehingga dapat mendorong anak untuk mampu memberi perhatian pada orang lain.

Pandemi gelombang ke dua ini tak lain merupakan ujian dari Allah Subhanahuwata’ala bagi kita semua, banyak kesulitan dan kehilangan yang telah Allah limpahkan. Namun, sesuai semangat yang tersurat dalam Al Qur’an surat Al-Insyirah: 1-8 di atas terdapat dua ayat yang diulangi yakni bersama kesulitan ada kemudahan. Ayat ini memberi spirit agar kita  mau merenungkan dengan serius bahwa kesulitan, kesengsaraan, kemalangan, dan kesakitan
merupakan pintu untuk memasuki rahasia dan hakikat kemudahan, kebahagiaan, dan
kedamaian. In syaa Allah.

Dengan Bismillah dan Biidznillah, marilah kita membantu anak-anak hadapi masa sulit ini dengan bersikap resilien, menyongsong kelaziman baru dengan spirit Iman dan Al-Qur’an yang gemilang. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Open chat
Assalamua'alaikum Wr.Wb,
Hai Teman2,
Jika butuh bantuan, Admin Sekolah Dasar Islam Terpadu Said Na'um akan selalu ada untukmu. Info lebih lanjut Klik Open Chat.

Syukron. Jazakumulloh

Cetak Generasi Muslim yang Resilien di Masa Pandemi https://saidnaum.sch.id/blog/cetak-generasi-muslim-yang-resilien-di-masa-pandemi